Grafik tes koran yang baik merupakan kunci utama dari test hitungan koran ini.Dalam artikel saya kali ini,saya akan menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan kreplin secara detail lengkap dengan langkah untuk mengerjakanya supaya mendapatkan sebuah grafik yang naik.
Penjelasan Tentang Test Hitungan Koran
Tes koran adalah sebutan atau istilah lain untuk test kreplin atau pauli,dimana orang yang bertugas mengerjakanya harus mengisikan jumlah dari penjumlahan deret angka ke atas atau ke samping dengan benar.
Ini adalah bentuk soal test psikotes yang sering keluar dan muncul saat seleksi calon karyawan baru.Untuk orang yang tidak tahu maksud dan teknik pengerjaan yang benar,pasti akan kesulitan dalam mengerjakan soal ini.
Apa yang dinilai dalam tes koran/kraeplin/pauli?
Ada beberapa hal yang menjadi panilaian dalam bentuk soal ini,antara lain :
- Ketepatan hasil jumlah
Memang sepintas terlihat sangat mudah karena anda hanya perlu untuk menjumlahkanya saja.Tetapi itni permasalahanya bukan terletak dibagian itu.Inti permasalahan dari test bentuk ini adalah " WAKTU " yang sangat singkat.
Itulah yang sering membuat para kandidat seleksi menjadi " gerogi " dan akhirnya konsentrasinya goyah.
Hasil penjumlahanya asal.
Banyak para pelamar yang beranggapan bahwa " hasil tidak akan dikoreksi 100%,hanya sebagian saja ".Hal ini memang BENAR,tapi TIDAK SELALU.Ada kalanya,perusahaan tertentu melakukan koreksi dengan detail sampai 100% ( walaupun mungkin sebagian kecil saja ).
Saya harapkan anda TIDAK beranggapan seperti itu,kenapa? Karena dengan anda beranggapan seperti itu,anda nantinya akan menjumlahkanya dengan " ASAL-ASALAN " saja.Iyaa kalau benar perusahaan tidak mengoreksi full 100%,kalau ternyata perusahaanya mengoreksinya 100% bagaimana?
Anda yang akan rugi nantinya.Jadi,jika anda kebetulan membaca artikel ini,mulai sekarang hilangkan pemikiran seperti itu.
- Ketepatan angka hasil penjumlahan
Dalam contoh gambar diatas adalah bentuk penjumlahan dengan angka bilangan yang benar dan yang salah.Perhatikan baik-baik.
Grafik yang bagus,baik dan benar
Jika anda perhatikan contoh gambar diatas,nantinya,hasil penjumlahan anda akan " DITARIK " sebuah grafik dari TITIK TERTINGGI PERBARIS yang bisa anda kerjakan.Penarikan garis inilah yang nantinya akan membentuk sebuah grafik.
Apakah grafik yang bagus HARUS selalu naik?
Grafik yang bagus memang grafik yang menanjak atau naik,TETAPI naik yang dimaksud bukan naik secara " konstan/continue ",dalam artian,grafik anda naik dari awal sampai akhir ( bentuk grafiknya lurus naik ketas ( ITU SALAH!! ).
Lalu,maksudnya naik yang bagus itu yang bagaimana? Grafik menanjak atau naik yang bagus itu " NORMAL ",jadi ada kalanya turun dan ada juga kalanya sejajar.Itulah dimaksud dengan " grafik menanjak yang bagus " karena akan terlihat normal dan natural atau alami.
Apa bisa,grafiknya dibuat terlihat seperti alami dan natural?
Grafik yang seperti itu memang yang paling bagus adalah yang " ALAMI ",jadi anda mengerjakanya mengalir saja,ikuti instruksi dan jika hasinya menanjak,itu sangat bagus.
Yang menjadi permasalahan lain adalah,ada beberapa orang dan banyak orang yang selalu GAGAL ketika mengikuti atau cara mengerjakanya " mengalir apa adanya ".Untuk anda yang seperti itu,berarti kemampuan anda memang tidak sesuai kriteria.
Tetapi anda tidak perlu berkecil hati,karena grafik yang seperti itu " BISA DIBUAT " adalkan mengikuti aturan dan trik yang benar.Silahkan baca artikel saya ini :
BACA :
Strategi Mengerjakan Tes Koran/Kreapelin/Kraepelin/kreplin/Pauli
Setelah anda mengetahui " apa saja yang dinilai ",sekarang waktunya untuk membahas strategi/rumus supaya hasilnya bisa bagus.Ada beberapa trik atau tips yang bisa anda gunakan,antara lain :
- Selalu awali dan berhenti di 1/4 tinggi baris
- Hindari memulai langsung tinggi
- Gunakan rumus sederhana ( 9 ditambah " berapapun " hasilnya turun 1 )
Gunakan rumus sederhana tersebut untuk menjumlahkan angka 9 dengan angka lain ( selain 0 ).
" Ikuti link artikel yang ada diatas supaya anda bisa mengerjakanya dengan grafik bagus "
TAMBAHAN
Kesalahan yang sering dilakukan para peserta psikotes saat mengerjakan test pauli atau kreplin ini antara lain :
1. Terlalu percaya diri
Memang,,hasil terbaik adalah hasil yang alami atau natural tanpa menggunakan trik dari saya diatas.Hanya saja,TIDAK semua orang memiliki kemampuan seperti itu,ada banyak orang dengan kemampuan terbatas dan tidak bisa mengatasi bentuk soal pauli dengan grafik menanjak seperti itu.
Banyak yang beranggapan,jika mengerjakan dengan kemampuan sendiri itu lebih bagus ( memang benar ) tapi ingat sekali lagi " kemampuan tiap orang berbeda dan sudah pasti ada yang TIDAK SANGGUP mengatasi soal ini,semoga anda bukan termasuk didalamnya.
2. Grafik yang dibuat " terlalu naik tajam "
Ada juga beberapa orang yang sudah tahu bahwa grafiklah yang terpenting dari soal ini,sehingga mereka membuatnya NAIK TAJAM tanpa ada variasi sejajar atau turun.Hal ini sangat buruk,kenapa?
Karena,manusia TIDAK ADA yang bisa seperti itu selain robot.Jika anda melakukanya,hasil anda memang grafiknya bagus,tapi nilainya JELEK,karena sudah terlihat dengan pasti bahwa itu hasil rekayasa.
Dengan pembasahan ini,saya harapkan anda sedikit mengerti harus bagaimana jika bertemu dengan jenis soal psikotes yang semacam ini.Semoga anda bisa selalu lolos jika harus berhadapan dengan bentuk soal paling ditakuti oleh beberapa pelamar kerja.
Demikian pembahasan tentang tes hitungan koran/pauli/kreapelin/kraepelin/kreplin lengkap dengan strategi atau cara mengerjakan supaya grafiknya naik atau menanjak.Semoga bisa membantu anda semua.Terimakasih telah membaca,see uu.
Terimakasih infonya .
BalasHapussama sama yaa.
HapusArtikel nya sangat membantu.terimakasih semoga ilmu nya bermanfaat bagi saya.aamiin
BalasHapusSama sama yaa
Hapusterimaksih semoga ilmu yang di berikan bermanfaat untuk saya dan yang lain.amin
BalasHapus